Genesis

 
Get this widget | Track details | eSnips Social DNA

All that time I was searching, nowhere to run to, it started me
thinking,
Wondering what I could make of my life, and who’d be waiting,
Asking all kinds of questions, to myself, but never finding the answers,
Crying at the top of my voice, and no one listening,
All this time, I still remember everything you said
There’s so much you promised, how could I ever forget.

Listen, you know I love you, but I just can’t take this,
You know I love you, but I’m playing for keeps,
Although I need you, I’m not gonna make this,
You know I want to, but I’m in too deep. (more…)


Free Burma!

Tulisan dibawah ini, saya dapat dari kebaikan hati seorang kawan. Ia mendapatkan informasi ini melalui mailinglist. Saya tak ingin menyimpan kebaikan ini sendiri, semoga informasi ini berguna bagi yang membutuhkan, dan mampu membangkitkan semangat hidup saudara saudara kita yang mengidap kanker. Semoga lekas sembuh, jangan pernah putus asa.
============================================

Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman “keladi tikus” (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain.
(more…)

 

Magna Carta, pronounced MAG nuh KAHR tuh, is a document that marked a decisive step forward in the development of constitutional government and legal ideas in England. In later centuries, much of the rest of the world also benefited from it because many countries followed English models in creating their own governments. These countries include the United States and Canada. The Latin words Magna Carta mean Great Charter. (more…)

Oleh : Esti Nuringdyah

Pelataran istana kepresidenan di Venezuela gegap gempita malam itu. Rakyat miskin pendukung gerakan oposisi anti-penguasa minyak tradisional, yang menjalankan bisnis minyak negara seperti bisnis swasta, menyambut kembali datangnya Hugo Chavez. Chaves, presiden Venezuela yang populis, banyak kebijakannya yang berkiblat pada revolusi ala Simon Bolivar. Menentang imperialisme, mengutuk neoliberalisme, namun pada sisi lain tetap optimis menyambut globalisasi. (more…)

Oleh : Esti Nuringdyah

Miskin, kemiskinan, pemiskinan adalah persoalan riil yang menghinggapi bangsa kita sejak hampir satu dekade ini. Krisis yang menyapa Asia melalui Korea Selatan pada 1997 itu mampir dan tak kunjung pergi dari Indonesia. Tak hanya di sektor moneter, tapi sektor riil negara kita juga dihantam habis. Bank-bank bankrut, perusahaan bertumbangan, produksi dan perdagangan seolah mandek. Kini banyak analisa yang mengatakan bahwa rendahnya kapital sosial merupakan salah satu faktor krusial yang membuat krisis di Indonesia tak kunjung selesai. (more…)

Oleh : Esti Nuringdyah *

Masa yang tragis. Segala sesuatu menjadi mudah bagi manusia. Tak perlu pergi Miami untuk tahu apa yang terjadi di sana, tinggal berlangganan televise kabel, kejadian di Miami bisa dilihat melalui straight news yang disajikan oleh televise local Miami. Informasi membludak, tak ada palang melintang yang menghalangi masuknya arus informasi, apalagi jika hukum sudah tidak lagi berguna sebagai pengawal. Tak perlu menunggu lama untuk minum kopi, tinggal colok kabel, maka coffe maker pun berputar, meramu kopi untuk kita nikmati. (more…)

Note : Surat ini ditulis Haryo Setyadi, tak lama setelah menginjakkan kaki di Russia. Haryo Setiadi, sampai kini adalah satu dari sekian orang yang saya hormati.

=======================================

St. Petersburg, November 2004

Sejahtera,

Sudah hampir dua bulan ini, saya berada di Saint Petersburg, kota di sisi barat laut bentang wilayah Rusia. Di atas peta, ke Helsinki atau Stockholm jauh lebih dekat daripada ke Moscow. Di St. Petersburg, musim gugur telah sampai ujung. Cuaca sungguh tidak bersahabat; angin dan hujan tidak tentu. Suhu di wilayah ini acap berubah dengan cepat. Kerap kali dingin menyelusup hingga tulang. (more…)

Maklumat
Akademisi - Aktivis Perburuhan dan Demokrasi
untuk Perbaikan UU Perburuhan

Hukum perburuhan berangkat dari premis adanya posisi tidak seimbang

antara buruh dan majikan, dan hukum dibentuk sebagai salah satu 
alat untuk membantu yang lebih lemah, buruh, dengan memperkenalkan 
norma-norma demokratis ke dalam yang disebut dengan ruang privat 
dari korporasi dan pasar, di mana solidaritas buruh dan aksi kolektif 
adalah nilai-nilai yang dihormati oleh disiplin ini. Inilah yang menjadi 
raison d’etre dari apa yang kita kenal sebagai hukum perburuhan, 
yakni proteksi pada buruh. Ketika fungsi ini hilang, hukum perburuhan pun
 kehilangan esensinya. (more…)

J. Soedradjad Djiwandono@

 

I consider myself an insider when it comes to the Indonesian financial crisis of 1997, since I was part of the management of the national economy in the initial part of it, at least until my dismissal about one month before completing my term of office as Bank Indonesia Governor. I use the term insider in anticipation to be in slight difference from those viewing the same phenomena from the perspective of outsiders’ assessments. Of course, since we are talking about something that happened in the past, an insider’s view may also be tinted with hindsight. (more…)