1. The right of all workers, without any distinction whatsoever, to establish and to join organisations of their own choosing without previous authorisation (more…)

An interview with Nobel Peace Prize winner, Muhammad Yunus.[1]
October 13 2006: 12:37 PM EDT

(Fortune Magazine) — Forget billion-dollar development projects. When
Bangladeshi economist Muhammad Yunus surveyed a poor village in the mid-1970s
and found that all the money borrowed totaled just $27, he set out to create a
new kind of bank – one that would give small loans to the poorest persons,
particularly women, without collateral. With just a few dollars, the poor would
become entrepreneurs and pull themselves out of poverty, taking Bangladesh along
with them.
(more…)

Oleh : Esti Nuringdyah

Keith Ewing, mengusulkan sebuah perubahan definisi atas apa yang dimaksud dengan tenaga kerja atau buruh, terhadap definisi tenaga kerja atau buruh yang tercantum dalam Trade Union and Labour Relation (Consolidation) Act 1992. Menurutnya, tenaga kerja atau buruh adalah (i) buruh atau tenaga kerja yang bekerja di bawah kontrak kerja (perjanjian kerja) sebagai buruh tetap, (ii) buruh atau tenaga kerja yang bekerja dibawah kontrak kerja personal dan secara ekonomi bergantung pada perusahaan[1]. Perubahan definisi yang diusulkan Ewing ditujukan untuk mengakomodasi pekerja paruh waktu, pekerja sector informal, dan pekerja outsorcing, yang minim proteksi. (more…)

Oleh : Esti Nuringdyah

Singapura mempersiapkan empat juta senyuman untuk menyambut IFI’s (International Financial Institution), bulan September depan. International Monetery Fund (IMF) dan World Bank, akan berkumpul. Empat juta senyum ini akan dipajang di www.smilesS2006.com ( Singapore Prepares Four Million Smiles Welcome for IMF, The Strait Times, 12 Juni 2006, hal 1),situs khusus yang dibikin untuk menyambut sidang tahunan (annual meeting) duo raksasa WB dan IMF. Kedua raksasa inilah yang berhasil memeluk Indonesia ke dalam jebakan Structural Adjusment Programme (SAP). Saya mendeskripsikan IMF dan World Bank sebagai lintah raksasa yang mematikan, sebab ia menghisap hingga tetes darah terakhir, tanpa ampun. (more…)

Oleh : Esti Nuringdyah

Kalipagu, Senin 13 Februari 2005, Pukul 09.00 BBwi. Desa Kalipagu ini terletak di bawah bukit Cendana, termasuk dalam kawasan Gunung Slamet, Gunung ke dua terbesar setelah Gunung Semeru. Enam buah mobil Kijang dan satu truk berwarna merah berhenti tepat disamping rumah Siti (35), warga desa Kalipagu. Puluhan orang mengenakan seragam, Polisi– lengkap dengan senjata laras panjang, pendek dan satu senjata yang diselipkan dalam sarung, menggantung pada ikat pinggang , Polisi hutan, dan pakaian dinas Perhutani. (more…)

Oleh: Esti Nuringdyah

Desa Karangjambe, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, sore itu tampak ramai. Puluhan perempuan muda berhamburan keluar pabrik, yang ditemboknya terlukis nama sebuah produk rokok terkenal “ Sampoerna Hijau “. Perusahaan rokok milik HM. Sampoerna yang berpindah tangan ke Philip Morris, sebuah perusahaan rokok ternama di Inggris, pertengahan tahun 2004 lalu.

(more…)

« Previous Page